Skip navigation

Category Archives: Melow

Kata orang, Kalau member itu tidak mengharapkan Imbalan, kalau member itu harus tulus, kalau member itu harus ikhlas, tapi sejauh manakah orang merasa ikhlas dalam memberi ? Apa bedanya member dengan berkorban? Mungkin yang membedakannya adalah rasa sakit, berkorban dan memberi sama-sama dai kita untuk orang lain, tapi member itu ikhlas, tulus, dan tidak akan merasakan sakit, berlainan dengan berkorban, setidaknya ada sesuatu yang tidak ingin kita lepaskan, namun kita harus memberikannya,……

Kota saat itu sangat ramai dengan segala kegiatannya, tiba-tiba ada seorang anak muda yang berteriak ditengah kerumunan itu

“Hai semua orang , lihatlah hatiku ini, sangatlah sempurna, tidak ada cacat sama sekali!! Tidak seperti hati kalian itu… Ahahahahaahah”

Orang-orang di kerumunan itu hanya bisa memandang kearah anak muda tersebut dengan harapan memiliki hati yang sempurna seperti yang ia miliki, tapi apa daya, keadaan hati orang itu berbeda-beda, tiba- tiba datanglah seorang bapak-bapak yang sudah tua yang segera mendekati anak tersebut dan berkata

“Sungguh kasihan sekali dirimu itu nak…, mengapa kamu memiliki hati seperti itu, coba lihatlah hatiku ini..”

Orang tua itu lalu memperlihatkan hatinya kepada anak muda itu, Hati orang tua itu ridak seperti hati anakmuda itu yang tidak ada cacat, melainkan penuh dengan luka, ada bagiannya yang hilang, dan ada bagian lainnya yang tidak tertutupi dengan pas, dan semuannya terlihant kacau, lalu bertanyalah anak itu kepada bapak itu

“Hai orang tua, mengapa hatimu bisa menjadi seperti itu ?”

Lalu orang tua itu bercerita,

“Di dalam hidup ini kita hidup dengan orang banyak, dimana kita harus berbagi dengannya, berbagi semuannya ,termasuk hati kita,kamu lihat bagian hati yang paling besar hilang ??, ini kuberikan kepada seseorang yang aku cintai, namun ia tidak memberikan sedikitpun kepadaku, dan ia memilih hidup dengan seseorang lainnya, dan ada bagian lain yang hilang namun ada yang menutupinya walaupun tidak pas, tapi tidaklah mengapa, karena hidup terus berjalan, kita akan bertemu dengan banyak orang yang mungkin akan memberikan sebagian hatinya kepada kita, dan aku bangga memiliki hati seperti ini karena aku pernah merasakan memberi dan menerima”

Lalu anak muda itu menangis,

“Pak, maukah anda mengajadi saya tentang hal memberi dan menerima ?”

Lalu bapak tua itu segera memberikan secuil hatinya kepada anakmuda itu, dan anakmuda itu juga memberikan sebagian hatinyna kepada bapak tua itu.

Jadi, sebenarnya bagimananakah konsep member ? apakah kita tidak harus menerima setelah kita memberi ? atau kita diharuskan hanya member saja, dan terus memberi ??

UntukDevi…

Gimana kabar kmu.. Aku harap kamu sekarang dalam keadaan yang baik, sehat, ceria, dan bahagia, Ak tulis surat ini untuk kamu. Hanya ada dua kata untuk kamu, Maaf dan Terimakasih untuk semuanya, waktu, perasaan, pikiran, dan masukan yang kamu berikan untuk aku, kamu bener-bener udah merubah aku, Trimakasih udah jadi tempat aku pulang ,trimakasih udah jadi tempat aku mengadu, trimakasih udah mau jadi tempat menangis, tertawa, dan mencurahlan semua perasaan ini, Kamu bener-bener udah merubah aku.

Maafin aku atas semua kebodohanku, buat kamu nangis, buat kamu terluka, buat kamu merasakan apa yang ga harus kamu rasakan, Aku ini bodoh, ga berguna, cuman bisa bikin kamu sakit, dan nangis, Kakak nakal, kakak udah bikin kamu nyakiti orang yang kamu cintai, orang ang kamu sayang, maafin kakak ya… kakak hanya ga mau kamu berjalan pada jalan yang salah, Aku tau ini memang berat, perih tapi aku harap semua rasa sakit ini dapat merubah kamu, jadi lebih dewasa, dah mempelajari hal-hal yang baru,

Kamu boleh koq marahin aku sekarang, karena aku memang pantes untuk itu, Aku jahat, Masuk dalah hubunganmu dengannya dan hanya bisa ngerusaknya, lalu ninggalin kamu yang penuh luka, aku pengen rasannya nebus semua rasa salahku, kebodohan-kebodohanku, sikap ga dewasaku, egoisku, dan semua rasa yang pernah bikin kamu terluka dan sakit,

Kamu baik, kamu perhatian, kamu ngertiin aku, kamu mau berbagi ,Kamu kuat, kamu tabah, kamu cantik,kamu lembut, kamu pinter, kamu dewasa, Aku jahat banget kan? Udah nyakitin Seorang Devi yang begitu lembut, baik, dan berperasaan, aku memang nakal, jahat, tapi mohon kamu mengerti, aku melakukan ini semua hanya semata untuk kebaikanmu… yang kuat ya..… Maafin aku… ..

Your Worst brother..

Letih,, Siang beralih menjadi sore,, aku pun masih menunggu waktu dimana rapat akan dimulai, bosen memang rasannya. Hari ini adalah hari yang berat dan mungkin yang sangat berat,, letih karena kegiatan harian,, Kuhisap hisapan terakhir rokok yang seharusnya tidak aku konsumsi,, lalu segera kuminum softdrink yang kubeli,, sepertinnya aku telah jatuh, jatuh keras tanpa ada alas yang meyangga,, sakit memang rasannya sesakit rasannya ditinggal seorang teman yang telah bersama-sama melewati hari- hari yang sunggu memuakkan ini, memang aku tidak bisa apa- apa dalam soal ini, tapi sekarang kenyataan berkata lain, aku memang harus melewati hari-hari memuakkan ku sendirian saja, karena aku harus merelakan temanku,, teman baikku berbahagia dengan orang lain, senang memang rasanya mengetahui teman baik kita sedang berbahagia dengan seseorang baru di dekatnya ,yang bisa membahagiakannya, membuat dia tersenyum dan member bahunya saat ia menangis,, sementara aku mungkin sekarang hanya bisa tertawa seorang diri tanpa dia lagi, menangis seorang diri,, dan melewati masalah-masalah itu tanpa seorang teman yang berarti,, ku tengok jam pada laptopku dan menunjukkan bahwa waktu dimulainnya rapat masih lama,, dan kepalaku masih terasa pusing karena kelelahan hari ini,

Basement kampus terasa sepi karena ini memang sudah petang, hanya ada beberapa orang yang masih mengakses dunia maya dalam keperluan mereka sendiri,, aku masih tidak percaya bahwa dia telah memilih seseorang lain,, tapi memang aku siapa bagi dia ? Kepalaku semakin berat, pusing , badanku terasa letih,, merelakan seseorang pergi adalh hal yang sulit bagiku karena mendapatkan seseorang juga sangat sulit bagiku,, sulit,, Dia memang tidak bilang akan meninggalkanku tapi aku selalu merasa begitu, apakah dia akan meninggalkanku atau tidak aku tidak peduli lagi,, marah,, sedih dan memang kesal dengan semua keadaan ini,, tapi kalau memang jalannya seperti ini kenapa tidak ?? Bapak2 dan ibu2 kantin sibuk memereskan dagangan mereka,, aku tidak tahu kapan aku akan segera beranjak dari tempat ini dan segera pulang untuk sekedar beristirahat dan merebahkan badan yang sudah hancur karena hari ini

Memang benar aku harus beristirhat,, tapi mungkin sekarang HP ku tidak akan berbunyi lagi menandakan sms yang masuk dari dia,, karena aku merasa dia tidak akan ingat lagi.. tapi sudahlah teman harus saling mendukung, dan memang itulah fungsiku bagi kebanyakan teman dekatku,, dan tidak sedikit juga teman yang memperlakukanku seperti ini,, tapi sekarang aku masih punya teman dimana aku selalu menuliskan segala kisahku,, mungkin aku terdengar egois,, aku memang egois dan sangat egois

Sekarang aku hanya bisa bertanya…. Kemana aku akan pergi dan siapa yang akan menemaniku….??